Tulisan ini memiliki tujuan untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah etika profesi, yang berisi review jurnal beserta ppt presentasi. berikut jurnal beserta ppt presentasi:
Jurnal : Jurnal
PPT Presentasi : PPT Presentasi
Sabtu, 28 Oktober 2017
Minggu, 21 Mei 2017
BAB 1 PENDAHULUAN (Penelitian Taman Kota Margonda)
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Taman (Garden) berasal dari bahasa ibrani, Gan
yang berarti melindungi atau mempertahankan lahan yang ada dalam suatu
lingkungan berpagar, dan Oden yang berarti kesenangan, kegembiraan, dan
kenyamanan. Secara lengkap dapat diartikan bahwa taman adalah suatu lahan berpagar
yang digunakan untuk mendapatkan kesenangan, kegembiraan, dan kenyaman (Laurie,
1986).
Kota Depok memiliki banyak taman, tercatat terdapat 8
taman yang terdapat di kota ini. Salah satu taman yang keberadaannya kurang
begitu diketahui oleh khalayak umum adalah taman kota margonda yang terletak di
jalan raya margonda, Pondok Cina, Beji, Kota Depok. Taman kota margonda
memiliki berbagai fasilitas yang dapat digunakan oleh warga Depok maupun
pendatang sebagai tempat rekreasi. Ditaman kota margonda terdapat patung elang
salak yang menandakan sebagai pemisah antara provinsi DKI Jakarta dengan
provinsi Jawa Barat. Fasilitas-fasilitas yang terdapat pada taman kota margonda
memerlukan perhatian oleh pemkot setempat, karena banyaknya fasilitas yang tidak
terawat atau mengalami kerusakan, tanaman yang tidak terurus, dan permasalahan
sampah dilingkungan taman.
Permasalahan yang terdapat di Taman kota margonda selain
memerlukan perhatioan oleh pemkot setempat
juga perlu menjadi perhatian bagi warga Kota Depok, agar tercipta
suasana taman kota yang nyaman sebagai sarana rekreasi ditengah-tengah kota dan
memenuhi fungsinya sebagai ruang terbuka hijau yang sesuai dengan peraturan
pemerintah.
1.2 Perumusan Masalah
Merujuk pada
permasalahan yang telah dipaparkan sebelumnya, beberapa permasalahan yang
menjadi fokus utama adalah Fasilitas apa saja yang terdapat pada taman kota
margonda, vegetasi tanaman apa saja yang terdapat di taman kota magonda dan bagaimanakah
keadaan fasilitas-fasilitas serta vegetasi tanaman yang terdapat pada taman kota margonda.
1.3 Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah adalah batasan-batasan yang
dimaksudkan untuk membatasi topik permasalahan agar tidak menyimpang dari pokok
bahasan. Pembatasan masalah tersebut diantaranya:
1.
Penelitian hanya dilakukan di taman kota
margonda yang beralamat di Jl. Margonda Raya, Pondok Cina, Beiji, Kota Depok,
Jawa Barat.
2. Penelitian dilakukan pada tanggal 4 Mei
2017
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan
penelitian adalah hal-hal apa saja yang ingin dicapai pada suatu penelitian.
Tujuan penelitian taman kota margonda adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui kondisi dan fasilitas yang
terdapat pada taman kota margonda.2. Mengetahui vegetasi tanaman yang terdapat di taman kota margonda dan kondisinya.
3. Mengetahui fungsi taman kota margonda
4. Mengetahui langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk taman kota margonda agar dapat memenuhi fungsinya sebagai taman kota yang nyaman.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika
penulisan merupakan kerangka dalam penulisan ilmiah yang bertujuan untuk lebih
mudah dipahami dan tersusun secara sistematis. Adapun sistematika penulisan
dalam penulisan ilmiah ini adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab
pendahuluan menjelaskan mengenai latar belakang penyusunan ilmiah, perumusan
masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian serta sistematika penulisan yang
menggambarkan isi dari keseluruhan bab.
BAB II PEMBAHASAN
Bab
ini berisi mengenai uraian sejarah singkat taman kota margonda, fasilitas taman
dan kondisinya, vegetasi tanaman yang terdapat di taman dan langkah-langkah
perbaikan yang perlu dilakukan
BAB III KESIMPULAN
Bab ini berisikan mengenai kesimpulan sebagai jawaban atas
tujuan penelitian ini, serta saran yang ditunjukan pada pihak-pihak terkait
sehubungan dengan hasil penelitian.
Senin, 08 Mei 2017
SEJARAH TAMAN KOTA MARGONDA
Sejarah dibangunnya taman kota margonda ini karena didalamnya
terdapat “Tugu Elang Salak”. Ternyata Tugu Elang Salak itu dibangun jauh
sebelum lahirnya Kota Depok.Tugu Elang Salak tersebut berupa seekor burung
elang yang mencengkeram buah salak di atas sebuah bangunan segi empat setinggi
kurang lebih 3 meter.Simbol yang diambil pada tugu tersebut pun jauh dari satwa
khas dan buah khas dari Kota Depok. Depok memang tidak memiliki satwa khas
maupun buah yang khas. Namun, Walikota Nur Mahmudi Ismail telah mencanangkan belimbing
sebagai produk unggulan dan menjadi Lambang Kota meskipun bukan buah asli Depok
dan menjadikannya Depok sebagai Kota Belimbing.
Depok yang pada saat dibangunnya Tugu Elang Salak tersebut hanyalah
sebuah kecamatan di wilayah administrasi Kabupaten Bogor berbatasan dengan
Propinsi DKI Jakarta. Maka dari itu perlu didirikan sebuah tugu sebagai tanda
batas Propinsi Jawa Barat. Pada saat itu sedang dilakukan program konservasi
satwa dan tumbuhan khas yang berada pada Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,
Gunung Salak, dan Gunung Halimun maka Pemerintah Propinsi Jawa Barat membangun
sebuah tugu di Depok sebagai bagian dari Program Konservasi. Alasan mengapa
burung elang dan buah salak yang dipilih untuk menjadi simbol sekaligus penanda
batas propinsi adalah karena burung
elang dan buah salak adalah satwa dan buah khas yang konon hidup dan tumbuh di
kawasan Gunung Gede, Gunung Salak dan Gunung Halimun. Burung elang yang
dimaksud adalah Elang Ular (Colocalia Sp.), sedangkan Salak yang dimaksud adalah
Salak khas dari Gunung Salak yaitu Salak Rambat (Salacca Sp.).
Burung elang ular saat ini tidak pernah lagi terlihat di
langit Kota Depok, namun menurut banyak warga Depok, sampai dengan awal
Reformasi tahun 1998, masih sering dijumpai burung langka tersebut
berputar-putar di angkasa Depok. Burung elang ular berwarna hitam legam tanpa
jambul. Sisi lain burung elang ular adalah penobatannya sebagai simbol kekuatan
hitam karena warnanya yang hitam legam, sorot matanya yang tajam menakutkan,
serta kehebatannya memangsa ular. Maka dari itu burung elang ular ini dijadikan
simbol tugu.
Salak rambat ukurannya hanya sebesar buah kelengkeng sangat
berbeda dengan Salak Pondoh yang ukurannya sebesar genggaman tangan anak
balita. Arti kata “rambat” pada Salak Rambat tersebut sebagai gambaran bahwa pohon salak jenis ini
adalah merambat, tidak seperti Salak Pondoh yang pohohnnya seperti pohon nanas.
Salak Rambat ini termasuk pohon langka dan masing bisa ditemui di lereng-lereng
Gunung Salak dan Gunung Gede. Hanya saja populasinya sudah sangat jarang akibat
perambahan dan alih fungsi hutan yang dilakukan oleh manusia, sehingga
habitatnya makin terdesak ke tempat yang lebih tinggi.
Sejak adanya Tugu Elang Salak tersebut maka dibuatlah taman
kota yang berada di ujung jalan margonda. Pada Taman Kota Margonda tersebut
terdapat berbagai macam tanaman serta pepohonan yang membuat taman menjadi
sejuk. Selain itu, taman juga dilengkapi dengan tempat
sampah, tempat duduk dan fasilitas-fasilitas lainnya.
Disusun Oleh:
1. Aditya Darfinna (30414290)
2. Dimas Ichfianto (33414102)
3. Syafira Noor Pradana (3A414563)
4. Winda Retno Anggraeny (3C414266)
5. Yulinar Sari (3C414556)
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)